TEKNIK DASAR PENCAK SILAT  


       Pencak silat adalah satu olahraga beladiri asli yang dimiliki Indonesia, pencak silat dapat dimainkan secara perorangan, berpasangan ataupun beregu.




teknik dasar pencak silat beserta gambarnya


Untuk bisa menguasai beladiri pencak silat maka kita memerlukan penguasaan terhadap teknik dasar pencak silat. Pencak silat merupakan beladiri yang menggunakan akal secara penuh.
Akal yang dimiliki oleh manusia lebih sempurna apabila dibandingkan dengan makhluk lainnya. Oleh sebab itu, bukan hal yang mustahil bila manusia mempu menguasai segala macam ilmu yang ada di dunia ini.

Sejarah Pencak Silat




sejarah pencak silat indonesia
pinterest.com

Di Indonesia pencak silat mulai digunakan setelah berdirinya organisasi pencak silat atau yang disingkat dengan IPSI. Sebelumnya di daerah yang ada di Sumatera lebih dikenal dengan Silat, sedangkan di daerah Jawa kebanyakan mengenalnya dengan istilah Pencak Silat.
Di periode kepemimpinannya Eddie M. Nalapraya, Indonesia mempunyai hasrat yang kuat dalam mengembangkan pencak silat menuju mancanegara.
Dengan cara mengambil prakarsa mulai dari pembentukan serta pendirian Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa atau disingkat dengan PERSILAT pada tanggal 11 Maret 1980 bersama negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Keempat negara inilah yang akhirnya dinyatakan sebagai negara-negara yang menjadi pendiri organisasi pencak silat internasional. Upaya dalam pengembangan pencak silat yang dipelopori oleh Indonesia serta anggota PERSILAT lainnya hingga saat ini telah berhasil menambah anggota PERSILAT.
Penambahan anggota tersebut kemudian memberikan dampak yang cukup bagus dalam usaha IPSI serta anggota PERSILAT yang lain untuk memasukkan pencak silat ke dalam multi event yang ada di tingkat Asia, yakni Asian Games.
Dengan melakukan pembentukan organisasi Pencak Silat Asia Pasific yang diselenggarakan pada bulan Oktober 1999.
Di Indonesia organisasi yang disebut dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia atau IPSI didirikan tanggal 18 Mei 1948 bertempat di Surakarta, yang diprakarsai oleh Mr. Wongsonegoro, yang pada saat itu beliau menjabat sebagai Ketua Pusat Kebudayaan.

Pola Gerak 




pola gerakan pencak silat


Gerak dasar pencak silat merupakan suatu gerak yang terencana, terarah, dan terkoordinasi serta terkendali, yang memiliki 4 aspek sebagai suatu kesatuan, yakni meliputi aspek mental spiritual, aspek beladiri dan aspek olahraga serta aspek seni budaya.
dengan demikian, pencak silat ini merupakan termasuk salah satu cabang olahraga yang cukup lengkap untuk kita pelajari karena mempunyai empat aspek yang menjadi satu kesatuan utuh yang tak dapat dipisah-pisahkan.

Sikap Kuda-kuda 




sikap kuda kuda
500px.com

Kuda-kuda merupakan posisi menapak kaki yang bertujuan dalam memperkokoh posisi tubuh. Kuda-kuda yang kokoh dan kuat sangat penting guna mempertahankan posisi tubuh supaya tidak mudah untuk dijatuhkan.
Kuda-kuda penting dalam menahan dorongan serta menjadi dasar titik tolak dari sebuah serangan (tendangan atau pukulan). Kuda-kuda pasang adalah sikap dalam memulai serangan atau pembelaan yang dilakukan di awal atau akhir gerakan. Sikap pasang terdiri dari 3 bentuk, yakni :
(1) Sikap kuda-kuda depan pasang atas,
(2) Sikap kuda-kuda belakang pasang tengah
(3) Sikap kuda-kuda tengah pasang bawah
Kuda-Kuda Depan
Kuda-kuda depan ini dibentuk dengan posisi kaki kita didepan ditekuk serta kaki belakang lurus, dan telapak kaki belakang harus serong ke arah luar, berat badan ditumpukan di kaki depan, badan tegap dan pandangan kita kedepan.
Kuda-Kuda Belakang
Untuk melakukan kuda-kuda belakang maka berat badan kita bertumpu pada kaki belakang. Tumit yang digunakan sebagai tumpuan tegak dengan panggul, dan badan kita agak condong ke depan, kemudian kaki depan kita di injit dengan menapak tumit atau ujung kaki.
Kuda-Kuda Tengah
Dibentuk dengan kedua kaki yang ditekuk dengan titik berat badan kita berada ditengah.
Kuda-kuda samping
Kuda-kuda samping ini dilakukan dengan cara menggunakan 1 kaki yang ditekuk dan kaki yang lainnya lurus ke samping, berat badan di letakkan pada kaki yang ditekuk, serta bahu harus sejajar atau segaris dengan kaki kita.
Kuda-Kuda Silang Depan
Kuda-kuda ini dibentuk dengan cara menginjakkan satu kaki ke depan ataupun kebelakang kaki yang lain, dan berat badan ditumpukan pada satu kaki, kaki yang lain akan ringan sentuhan dengan ibu ataupun ujung jari kaki.
Kuda-Kuda Silang Belakang
Kuda-kuda silang belakang yakni kuda-kuda yang salah satu kaki berada di belakang serta dengan keadaan menyilang dan berat di tumpukan ke belakang, badan kita tetap lurus supaya tidak jatuh saat melakukan gerakan.

Sikap Pasang 






Pencak silat merupakan sistem yang di dalamnya terdiri atas sikap (posisi) serta gerak-gerik (pergerakan). Saat seorang pesilat melakukan gerakan ketika bertarung, maka sikap dan gerakannya berubah mengikuti pola perubahan posisi lawan yang berkelanjutan.
Segera setelah pesilat menemukan kelemahan dari pertahanan lawan, maka pesilat tersebut akan mencoba untuk mengalahkan lawan dengan serangan yang cepat. Ada empat sikap pasang yang di pelajari dalam pencak silat, diantaranya yakni:
Pasang satu
Merupakan sikap posisi badan yang tegak dengan menggunakan kedua tangan berada disamping dalam keaadaan siap untuk silat serta kedua kaki di buka selebar bahu.
Pasang dua
Merupakan sikap posisi badan tetap pada posisi tegak, kemudian kaki dibuka selebar bahu, dan kedua tangan mengepal sejajar dengan pinggang.
Pasang tiga
Merupakan sikap posisi badan pada posisi tegak lurus, kemudian kaki di buka selebar bahu, dan tangan diangkat sejajar dengan mata, serta posisi silang dengan kepalan tangan yang terbuka.
Pasang empat
Merupakan sikap posisi kaki yang di buka selebar bahu, dengan tangan yang diangkat sejajar mata, dan posisi silang dengan kepalan tangan yang terbuka dibuka lagi dan tangan sudah terkepal.

Arah 






Arah merupakan sasaran di dalam melakukan gerakan, baik itu pada waktu untuk melakukan pembelaan ataupun serangan.
Arah dikenal juga dengan sebutan delapan penjuru mata angin. Langkah dilakukan dengan menggunakan arah tertentu yang sesuai dengan keperluannya.

Langkah 




Ciri khas Silat ada pada penggunaan langkahnya. Langkah sangatlah penting dalam permainan pencak silat yang baik. Ada beberapa pola dalam melakukan langkah yang dikenali, misalnya seperti langkah tiga dan langkah empat.

Langkah merupakan perubahan pada injakan kaki dari suatu tempat ke tempat yang lain. Langkah bisa dilakukan lurus, silang atau serong. Cara untuk melakukannya dapat dengan diangkat, geseran, ingutan, lompatan atau loncatan.
Pola Langkah Lurus
Adalah gerakan langkah yang membentuk garis lurus, baik itu maju ataupun langkah mundur, yang pelaksanaanya dimulai dengan salah satu kuda-kuda.
Pola Langkah Zig Zag
Adalah gerakan langkah yang membentuk posisi mata gergaji atau pola zig-zag, yang pelaksanaanya dimulai dengan sikap pasang dan pola langkah serong.
Pola langkah Ladam atau Huruf U
Dimulai dari sikap awal tegak, gerakkan dari kaki kesamping kanan, di ikuti dengan kaki kiri menutup (merapat), Setelah itu kaki kiri maju, kaki di tarik kembali kemudian merapat dan di gerakan samping kiri.
Kaki kanan kita ditarik dan dirapatkan selanjutnya dilangkahkan kedepan, dan pada kaki kanan ditarik lagi untuk merapat seperti sikap awal.
Pola Langkah Segi Tiga
Dimulai dengan berdiri di titik 0, kemudian geser kaki kanan ke titik 1, dan ikuti kaki kiri ke titik 2, dilanjutkan ke titik 4, dan lanjutkan lagi ke titik 4 dan 5 selanjutnya tarik kaki kanan ke titik 6, dilanjutkan kaki kanan ketitik 7 dengan kuda-kuda depan , terakhir tarik kaki kanan keposisi awal.
Pola Langkah Huruf S
Di mulai dengan berdiri dengan posisi titik yang menghadap sesui dengan arah yang hendak di tunjukan, kemudian kita geser kaki kanan ke arah berat badan ke kaki kanan, ikuti kaki kiri, selanjutnya kaki kiri ke titik 3 dan berat badan di kaki kiri.
Selanjutnya kita cabut kaki kanan lewati kaki kiri hingga di titik 4, kaki kanan yang ada di titik 4 di titik 5 putar di tempat, sementara itu kaki kiri yang ada pada titik 3 injit, gugus kaki kiri melalui tanda panah dengan jalur titik 6 hingga di titik.
Pola Langkah Segi 4
Pelaksanakannya dapat menggunakan kombinasi kuda-kuda tengah, samping, serta belakang.

Pukulan 

Pukulan adalah salah satu usaha untuk melakukan pembelaan yang dilakukan dengan cara menggunakan lengan ataupun kaki untuk mengenai lawan.

  1. Bandul. Mengayunkan tangan salah satunya yang berbentuk kepalan kearah lawan dengan sasaran ulu hati, dan tangan yang satunya lagi tetap menutup arah sasaran lawan ke dia.
  2. Melingkar Sasarannya adalah pinggang lawan
  3. Lurus. Pukulan dengan menggunakan salah satu tangan untuk memukul kearah depan, dengan sasaran dada si lawan. Dan tangan satunya lagi tetap menutup arah point, yaitu sasaran perut keatas.
  4. Tegak. Sasarnnya adalah bahu atau sendi bahu pada bagian kanan (lawan yang dengan kita yang saling berhadapan, jadi sama saja dengan bahu sebelah kiri yang menjadi sasaran.

Tendangan


Tendangan bisa dilakukan dengan menggunakan punggung kaki, telapak kaki, ujung kaki dan tumit

  1. Tendangan samping yaitu menendang dengan punggung kaki.
  2. Tendangan lurus kedepan yaitu dengan hentakan telapak kaki sejajar dengan bahu
  3. Tendangan berbentuk huruf T yaitu dengan tendangan samping menggunakan hentakan telapak kaki
  4. Tendangan melingkar yaitu dengan hentakan punggung kaki

Tangkisan 


  1. Tangkisan atas. Tangkisan dari bawah ke atas, untuk melindungi kepala dari serangan. gerakan ini dilakukan untuk menangkis serangan lawan yang datangnya dari depan posisi tangan agak siku melindungi muka.
  2. Tangkisan luar. Tangkisan dari dalam ke luar sejajar dengan bahu. Cara dilakukan untuk menangkis serangan lawan dan dibuang kekanan atau kekiri dengan posisi tangan di depan agak siku.
  3. Tangkisan dalam. Tangkisan dari luar ke dalam sejajar dengan bahu
  4. Tangkisan bawah. Tangkisan bawah dilakukan dalam menangkis serangan lawan serta untuk melindungi kemaluan dengan posisi tangan seperti huruf X dengan menggunakan jari-jari terbuka tapi rapat.

Guntingan


Merupakan salah satu Tehnik yang dilakukan dengan cara seperti menggunting yang bertujuan dalam menjatuhkan lawan. Sapuan serta Guntingan merupakan salah satu jenis teknik menjatuhkan musuh dengan cara menyerang kuda-kuda musuh.


Hindaran atau Elakan 


Merupakan Tehnik ini dilakukan dengan cara menghindari serangan lawan, tehnik ini bisa dilakukan dengan cara melangkah dengan satu kaki, ditempat ,atau juga memindahkan dengan dua kaki.


Kuncian 


Kuncian merupakan teknik yang digunakan untuk melumpuhkan lawan supaya tidak berdaya, tidak bisa bergerak, atau untuk melucuti senjata musuh.


Kembangan 

Kembangan merupakan gerakan tangan serta sikap tubuh yang dilakukan dengan memperhatikan, mewaspadai gerak-gerik musuh, serta mengintai celah dari pertahanan musuh.












Permainan Tenis Meja (Pengertian, Sejarah, Teknik Dasar, Ukuran) Lengkap - Permainan tenis meja mulai populer di Inggris sejak abad ke 19 dengan nama pingpong, gossima dan whiff whoff kemudian berubah nama menjadi table tennis atau tenis meja. Pertama kali tenis meja di lombakan di Indonesia pada Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama di Solo.

Adapun variasi dan kombinasi keterampilan teknik dasar permainan tenis meja yaitu memegang bet, pukulan forehand, pukulan backhand, servis dan smash. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas pengertian tenis meja, sejarah tenis meja, teknik dasar permainan tenis meja, ukuran lapangan tenis meja.




Pengertian Permainan Tenis Meja


Tenis meja atau pingpong adalah suatu olahraga yang dimainkan oleh dua pasangan (ganda) atau dua orang (tunggal) yang berlawanan. Permainan ini menggunakan raket yang terbuat dari papan kayu yang dilapisi karet yang biasa disebut bet, sebuh bola pingpong dan lapangan permainan yang berbentuk meja. Induk olahraga tenis meja di Indonesia adalah PTMSI (Persatuan Tenis meja di Indonesia) dan di dunia adalah ITTF (International Table Tenis Federation).

Sejarah Permainan Tenis Meja


Permainan ini mulai populer di Inggris sejak abad ke 19 dengan nama pingpong, gossima dan whiff whoff. lalu mengganti nama menjadi table tennis atau tenis meja. Tenis meja mulai dikenal pada tahun 1901 karena diadakannya turnamen, buku yang menuliskan tentang tenis meja, dan kejuaraan tidak resmi tahun 1902.

Pada awal 1900-an, permainan tenis meja dilarang di negara Russia. Karena penguasa pada zaman itu percaya bahwa memainkan tenis meja memiliki efek negatif pada penglihatan pemain.

Pada tahun 1921, Asosiasi Tenis Meja (TTA) dibuat di Inggris, dan diikuti oleh Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF) pada tahun 1926. Kota London menjadi tuan rumah kejuaraan dunia resmi pertama tahun 1926. Pada tahun 1933, Asosiai Tenis Meja Amerika Serikat di bentuk.

Pada tahun 1930, Edgar Snow berkomentar di Red Star Over China bahwa pihak komunis mempunyai "hasrat untuk tenis meja asal Inggris" yang menurutnya "ganjil".

Tahun 1950-an, raket yang menggunakan lembaran karet digabung dengan lapisan spons mengubah permainan secara dramatis, meningkatkan kecepatan perputaran bola. Penggunaan lem cepat dapat meningkatkan kecepatan dan perputaran lebih jauh yang menghasilkan perubahan peralatan untuk "menurunkan kecepatan permainannya". Tenis meja mulai diperkenalkan sebagai cabang Olimpiade pada tahun 1988.

Teknik Dasar Permainan Tenis Meja

1. Memegang bet

Berikut ini adalah teknik dasar memegang bet pada permainan tenis meja.
  • Teknik memegang bet seperti berjabat tangan (shakehand grip),teknik ini banyak digunakan oleh para pemain professional karena sangat populer di negara-negara Eropa. Dengan cara ini, seorang pemain dapat menggunakan kedua sisi bet.
  • Teknik memegang bet seperti memegang tangkai pena (penhold grip), teknik ini juga dikenal dengan nama Asia grip, walaupaun banyak pemain Asia menggunakan teknik shakehand grip. Pada pegangan ini hanya satu sisi bet yang digunakan.
  • Teknik seemiller grip, teknik ini juga banyak digunakan oleh kalangan professional dalam tenis meja. Seemiller grip juga disebut dengan American grip, yang merupakan versi dari Shakehand grip. Cara memegang nya hampir sama dengan shakehand grip tapi bedanya bet bagian atas diputar dari 20-90 dejarat ke arah tubuh. Jari telunjuk menempel di sepanjang sisi bet.

2. Pukulan Forehand dan Backhand

a. Melakukan pukulan Forehand dan Backhand lurus
  • Bola dilambungkan ke teman.
  • Dilakukan berpasangan atau kelompok.
  • Yang telah melakukan pukulan forehand/backhand dan pelambung bergerak berpindah tempat

b. Melakukan pukulan Forehand dan Backhand menyilang meja
  • Bola dilambungkan oleh teman dan cara dipantulkan ke meja dan dengan pukulan servis.
  • Dilakukan berpasangan atau kelompok.
  • Yang telah melakukan pukulan backhand dan pelambung bergerak berpindah tempat.

3. Servis

a. Servis forehand dan backhand lurus bidang servis.
  • Dilakukan berpasangan/berkelompok
  • Yang telah melakukan pukulan servis bergerak berpindah tempat.

b. Servis forehand dan backhand secara menyilang
  • Dilakukan berpasangan/kelompok
  • Yang telah melakukan pukulan servis bergerak berpindah tempat.

c. Servis forehand dan backhand ke sasaran
  • Dilakukan berpasangan/kelompok
  • Yang telah melakukan pukulan servis bergerak berpindah tempat.

4. Smash

a. Smash forehand
  • Posisikan kaki kiri berada di depan, dan kaki kanan di belakang. Miringkan badan sedikit ke kanan sehingga berat badan bertumpu pada kaki kanan.
  • Tarik lengkan kebelakang, pinggang sedikit dimiringkan ke kanan.
  • Setelah bola memantul dan mencapai titik teratas, mulai ayunkan lengan dari bawah ke atas, pukul dan tekan bola ke bawah dengan bantuan pergelangan tangan.

b. Smash backhand
  • Posisikan kaki kanan di depan, sementara kaki kiri di belakang. Miringkan badan sedikit ke kiri sampai pundak kanan menghadap meja.
  • Tarik lengan bawah ke kiri, ke belakang dan lebih tinggi dari meja. 
  • Setelah bola memantul dan mencapai titik paling atas, ayunkan lengan bawah ke depan arah kanan dan pukul bola. Pergelangan tangan dapat membantu menekan bola serta mengatur arah, dan berat badan berpindah dari kiri ke kanan.


Ukuran Permainan Tenis Meja


Ukuran meja lapangan tenis meja

Panjang dan lebar meja :  274 cm dan 152,5 cm
Tinggi meja dari lantai lapangan : 76 cm
Tebal garis sisi : 2 cm
Luas : 4,1785 meter persegi

Ukuran tiang net dan jaring net tenis meja

Panjang net : 183 cm
Lebar/tinggi net : 15,25 cm
Jarak meja ke Tiang : 15,25 cm
Luas net = 0,279075 meter persegi.







Permainan Softball (Peraturan, cara bermain, Teknik)


Sejarah Permaninan Softball 
Di Indonesia Softball mirip dengan permainan Bola Kasti. Softball lahir di Amerika Serikat dan diciptakan oleh Hancock pada tahun 1887 di kota Chicago. Pada saat itu Softball dikenal dalam bentuk permainan dalam ruangan atau ditempat tertutup, namun pada tahun 1930 di ubah menjadi permainan di lapangan terbuka oleh H. Fiscer dan M.J Panley. Pertama kali softball masuk agenda Pekan Olahraga Nasional (PON) di Indonesia pada penyelenggaraan PON ke VII di Surabaya.

Peraturan Dalam Permainan Softball 
Menurut Suranto (2010 : 16) regu yang mendapat giliran memukul, maka setiap pemain mendapatkan kesempatan tiga kali memukul dengan ketentuan bila pukulan yang pertama atau kedua baik pemukul harus segera lari.
Peraturan yang penting untuk diperhatikan pemain sebagai berikut : 
  1. Satu regu terdiri dari 9 orang pemain
    Setiap regu terdiri dari 9 orang yaitu: pitcher posisi 1, catcher posisi 2, tim bertahan memiliki 7 orang fielder yang terbagi dalam 4 penjaga daerahd alam (infielder) dan 3 orang penjaga daerah luar (outfielder). Bagian dalam yaitu: penjaga base satu (1st base) posisi 3, penjaga base dua (2nd base)posis 4, Penjaga antara base dua dan tiga (shortstop)posisi 6 , dan penjaga base tiga (3rd base) posisi 5. Sedangkan penjaga luar terdapat di sebalah kiri (left fielder) posisi 7, tengah (center) posisi 8, dan kanan (right fielder) posisi 9. dalam permainan ada 2 regu yang berlawanan. 
  2. Pergantian pemain harus memberitahukan kepada umpire/ wasit 
  3. Pemain yang sudah diganti tidak boleh bermain lagi

Peraturan Untuk Pemain Softball 
  1. Untuk menentukan siapa yang menjadi partai penjaga (home team/ HT) dan siapa partai pemukul (Visiting team/VT) harus dilakukan undian / toss dengan uang logam.
  2. Permainan dilakukan dalam 7 inning. Untuk pertandingan antar sekolah dapat dibatasi dengan waktu 1 ½ jam, tetapi dengan catatan sudah mencapai inning penuh (perjanjian setempat). 
  3. Apabila satu regu tidak datang dilapangan pada waktu bertanding, regu dinyatakan kalah dan regu yang menang mendapat nilai 7-0. 
  4. Nilai tidak dihitung bila terjadi bersamaan dengan terjadinya out yang ke-3 di first-base atau dikatuk ditempat lain (sebelum mencapai base) 
  5. Menurut Faridha (2010 : 18) setiap pelari dengan pukulan yang baik dan dapat kembali dengan selamat melampaui “home base” mendapatkan nilai 1 (satu) 
  6. Dalam permainan softball, pemain jaga dapat dibedakan menjadi dua yaitu : infielders ialah left fielders, center fielders, dan right fielders. 
  7. Posisi jaga mereka diluar lapangan segi empat.

Lapangan Permainan Softball 
 Lapangan Permainan Softball
Dalam permainan yang sebenarnya, permainan softball pada sebuah lapangan yang berbentuk bujur sangkar dengan ukuran :
  1. Panjang tiap–tiap sisinya: 16,76 meter
  2. Jarak home base ke tempat pelempar: 13,07 meter 
  3. Tempat pelempar bending: 60 x 15 cm 
  4. Terdapat tiga tempat hingga pelari yang dinamakan Base, yakni base I, base II, base III sedangkan base IV merupakan temapy memukul, ukuran base itu sendiri 38 x 38 cm kecuali IV (home base) berukuran 42,5-43 x 21,5 cm
Peralatan Permainan Softball 
Peralatan pokok yang digunakan dalam permaian softball terdiri atas alat pemukul, bola, sarung tangan, dan tempat hinggap (base).
Peralatan Permainan Softball
Minimal peralatan yang dibutuhkan dalam sebuah pertandingan softballl termasuk sebuah bola.
1. Bola 
Softballl menggunakan bola berwarna putih atau kuning dengan benang grip berwarna merah, yang sebelumnya berwarna putih dengan grip putih. Bola terbuat dari kulit yang di dalamnya terdiri atas campuran gabus dan karet. Lingkaran bola 30 cm dan berat bola 190 gram.
2. Sarung tangan (glove) 
Dikenakan oleh seluruh pemain bertahan untuk menangkap bola, sementara first baseman dan catcher mengenakan mitt (glove mempunyai jari, sedangkan mitt tidak).
3. Tongkat pemukul (bat)
yang digunakan dalam pertandingan resmi adalah bat khusus yang diperuntukkan untuk softballl. Ketentuan pemakaian dan kharakteristik bat yang boleh digunakan tertuang dalam peraturan Federasi Sofbol Internasional.
4. Batter helmet 
dipakai untuk melindungi kepala seorang batter dari terjangan bola dan cidera, sementara pakaian pelindung (protective gear) untuk seorang penangkap bola (catcher), dan sepatu pool (cleats).
5. Uniform atau seragam
Tiap pemain menggunakan baju, celana, dan topi yang seragam atau berwarna dasar sama.Semakin tinggi tingkat pertandingannya, semakin ketat dalam peraturan seragamnya. Semua peralatan dan perlengkapan itu adalah wajib bagi setiap tim dalam melaksanakan pertandingan resmi

Teknik-Teknik Dasar Bermanin Softball 
Adapun teknik-teknik dasar yang harus dikuasai dalam permainan softball antara lain adalah:
1. Pitching 
Pitcher harus berdiri di pitcher's plate atau kedua kaki cukup menyentuh plate dengan tumit ujung kaki. Pitcher harus menghadap ke batter. Pitcher harus memegang bola jika akan melakukan pitching dan harus di depan badan. Pada waktu melakukan pitching, pitcher hanya boleh melangkah satu langkah ke depan/ke arah batter dan gerakan harus simultan. Putaran lengan hanya satu kali (ke belakang). Pitcher hanya boleh menahan bola selama 30 detik. Antar kotak bola dengan glove paling cepat 2 glove. Pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan tersebut di atas oleh pitcher, dinyatakan ilegal pitch (tidak sah), Jika terjadi ilegal pitch, bola dinyatakan mati, pelari dari base maju satu base, pemukul (batter) memperoleh tambahan bola

2. Throwing (melempar)

Melempar sama pentingnya dalam mematikan laju lawan dalam permainan softball maupun baseball, baik ketika lawan menjadi batter maupun menjadi runner. Semua gerakan ini memerlukan tingkat koordinasi dan akurasi yang tinggi. Prinsip dari gerakan melempar harus serangkaian gerak yang dipecah menjadi beberapa segmen atau bagian.Atau bisa disebut juga gerak berantai. Dengan memperhatikan gerakan melempar, pertama kali yang dilakukan pemain pada saat melempar yaitu memindahkan berat badannya dari kaki belakang ke kaki depan. Jadi yang bekerja ialah tungkai terlebih dahulu, dilihat dari tumpuannya bagian pangkal atau yang kuat bekerja lebih dahulu. Dari pangkal berturut-turut ke segmen diatasnya terus sampai ke bagian ujung yaitu jari tangan.

3. Catching (menangkap)
Menangkap bola adalah suatu usaha yang dilakukan oleh pemain untuk dapat menguasai bola dengan bantuan glove dari hasil pukulan atau lemparan teman. Keterampilan menangkap bola perlu dilatih dengan baik dan tekun untuk mencapai teknik yang benar.
macam macam teknik menangkap (softball)

4. Batting (memukul)
Pemukul harus berdiri di dalam batter's box, sebab jika salah satu kaki keluar dari batter's box pada waktu pemukul bola dan kena, baik fair ball maupun foul ball, maka dinyatakan mati (out). Pemukul harus sesuai urutan pemukul atau harus sesuai dengan daftar pemain yang ada di panitia. Apabila terjadi out ke-3 (mati ke-3) pada waktu seorang batter belum menyelesaikan gilirannya maka dia akan menjadi pemukul pertama pada inning berikutnya.

5. Sliding (meluncur)
Sliding adalah teknik gerakan meluncur badan untuk mencapai ke base yang dituju dengan tidak mengurangi kecepatan dengan kaki atau tangan menyentuh base. Tujuan melakukan sliding adalah dapat mencapai base tanpa mengurangi kecepatan dan menghindari ketikan atau sentuhan lawan dengan cara menjatuhkan diri, memegang base dengan kaki ataupun dengan tangan terlebih dahulu
macam macam teknik sliding (softball)

6. Base running (lari antar base)
Setelah memukul bola, batter harus segera berlari menuju base I, tanpa menoleh kearah manapun. Karena khusus base I, pelari yang telah menginjak base tidak dimatikan walaupun tidak menempel di base. Ketentuan ini tidak berlaku di base II, atau III. Terkecuali di base IV atau home base karena pelari langsung masuk. Untuk itu kemampuan pelari harus menggunakan lari cepat (sprint), dengan teknik lari sprint : berlari dengan ujung kaki, ayunan lengan tidak tegang, badan condong ke depan dan paha di angkat tinggi. Jika akan melewati lebih dari satu base (home run) mengambil tikungan sebaiknya tidak terlalu dekat dengan base tetapi ± 2-4 meter sudah melakukan lari menikung.

Cara Bermain Softball
 Cara Bermain Softball
Softball dimainkan oleh dua tim di lapangan softball. Setiap tim minimal memiliki 9 pemain dan selebihnya merupakan cadangan. Permainan terdiri dari 9 babak yang disebut inning. Di dalam satu inning, tim yang bertanding masing-masing mempunyai kesempatan memukul (batting) untuk mencetak angka (run). Ketika tim yang menyerang mendapat giliran memukul, seorang pelempar bola (pitcher) tim bertahan melemparkan bola kearah penangkap bola (catcher) sekencang-kencangnya agar bola tidak dapat dipukul.Tim yang mendapat giliran memukul bergantian seorang demi seorang untuk memukul bola. Tim yang berjaga berusaha mematikan anggota tim yang mendapat giliran memukul. Tim yang mendapat giliran memukul mendapat kesempatan 3 kali mati (out) sebelum giliran memukul digantikan tim yang bertahan.

Skor atau run dihasilkan dari seorang runner berlari menginjak semua base secara berurutan dan kembali menginjak home plate. Setiap pelari yang berhasil mengelilingi dan menginjak home plate mendapat satu angka. Waktu permainan ditentukan oleh inning. Setiap tim mendapat giliran memukul sampai 3 kali out dan mematikan tim lawan 3 kali out, disebut 1 inning. Dalam tiap pertandingan sofbol durasi permainan setidaknya 7 inning tergantung situasi, atau lama waktu 2 jam. Setelah menghabiskan inning, tim yang mencetak angka (run) terbanyak menjadi pemenang.

Jika dalam inning yang ditentukan waktu sudah habis dan kedua belah tim dalam keadaan seri, inning tambahan dimainkan sampai salah satu tim keluar sebagai pemenang. Kondisi itu disebut ie break atau seri. Pada permulaan permainan, tim yang menjadi tuan rumah (home team) mendapat giliran melempar sedangkan tim tamu (visitor) mendapat giliran memukul.










Komentar